Showing posts with label Enzim. Show all posts
Showing posts with label Enzim. Show all posts
Wednesday, 6 April 2016
Enzime
ENZIM
Enzim atau biokatalisator adalah katalisator organik yang dihasilkan oleh
sel.Enzim sangat penting dalam kehidupan, karena semua reaksi metabolisme
dikatalis oleh enzim. Jika tidak ada enzim, atau aktivitas enzim terganggu maka
reaksi metabolisme sel akan terhambat hingga pertumbuhan sel juga terganggu.
Reaksi-reaksi enzimatik dibutuhkan agar bakteri dapat memperoleh makanan/
nutrient dalam keadaan terlarut yang dapat diserap ke dalam sel, memperoleh
energi Kimia yang digunakan untuk biosintesis, perkembangbiakan, pergerakan,
dan lain-lain.
1. Nomenklatur Enzim
Biasanya enzim mempunyai akhiran –ase. Di depan –ase
digunakan nama substrat di mana enzim itu bekerja., atau nama reaksi yang
dikatalisis. Misal : selulase, dehidrogenase, urease, dan lain-lain. Tetapi
pedoman pemberian nama tersebut diatas tidak selalu digunakann. Hal ini
disebabkan nama tersebut digunakan sebelum pedoman pemberian nama diterima dan
nama tersebut sudah umum digunakan. Misalnya pepsin, tripsin, dan lain-lain.
Dalam Daftar Istilah Kimia Organik (1978), akhiran –ase tersebut diganti dengan
–asa.
2. Struktur Enzim
Pada mulanya enzim dianggap hanya terdiri dari protein
dan memang ada enzim yang ternyata hanya tersusun dari protein saja. Misalnya
pepsin dan tripsin.Tetapi ada juga enzim-enzim yang selain protein juga
memerlukan komponen selain protein. Komponen selain protein pada enzim
dinamakan kofaktor. Koenzim dapat merupakan ion logam/ metal, atau molekul
organik yang dinamakan koenzim. Gabungan antara bagian protein enzim (apoenzim)
dan kofaktor dinamakan holoenzim.
Enzim yang memerlukan ion logam sebagai kofaktornya
dinamakan metaloenzim.. Ion logam ini berfungsi untuk menjadi pusat katalis
primer, menjadi tempat untuk mengikat substrat, dan sebagai stabilisator supaya
enzim tetap aktif.
Aktivasi Enzim
Ilmu
pengetahuan mengidentifikasi aktivitas enzim dalam tubuh makhluk hidup sebagai
senyawa organik dengan fungsi katalis yang dihasilkan sel dalam suatu reaksi
kimia. Enzim bekerja atau aktivitas enzim berlangsung di dalam sel dan hanya
sebagian kecil yang bekerja di luar sel.
Enzim
menekan energi aktivasi dengan mengatalisasi reaksi dan meningkatkan kecepatan
proses metabolisme. Bayangkan, reaksi fosfat dekarboksilase, jika tidak
dikatalisasi oleh enzim orotidina 5, memerlukan waktu 78 juta tahun untuk
mengubah 50% substrat menjadi produk. Namun, dengan adanya enzim tersebut,
proses hanya berlangsung 25 milidetik.
Enzim yang
bekerja di dalam sel disebut enzim intraseluler, misalnya enzim katalase yang
berfungsi memecah senyawa-senyawa berbahaya. Sementara enzim yang bekerja di
luar sel, disebut enzim ekstraseluler. Enzim-enzim tersebut mengendalikan
reaksi biokimia, seperti respirasi, pertumbuhan, perkecambahan, fotosintesis,
pencernaan, dan lain-lain.
Jenis Enzim dan
Aktivitas Enzim
Makalah Enzim
DAFTAR ISI
BAB 1
1.1
Latar
Belakang
Metabolisme merupakan
sekumpulan reaksi kimia yang terjadi pada makhluk hidup untuk menjaga
kelangsungan hidup.Reaksi-reaksi ini meliputi sintesis molekul besar menjadi
molekul yang lebih kecil (anabolisme) dan penyusunan molekul besar dari molekul
yang lebih kecil (katabolisme). Beberapa reaksi kimia tersebut antara lain
respirasi, glikolisis, fotosintesis pada tumbuhan, dan protein sintesis. Dengan
mengikuti ketentuan bahwa suatu reaksi kimia akan berjalan lebih cepat dengan
adanya asupan energi dari luar (umumnya pemanasan),Adanya enzim yang merupakan
katalisator biologis menyebabkan reaksi-reaksi tersebut berjalan dalam suhu
optimal, sebab enzim berperan dalam menurunkan energi aktivasi menjadi lebih
rendah dari yang semestinya dicapai dengan pemberian panas dari luar. Sebagian
besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat
bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia
Sebagian
besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat
bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Hal ini
disebabkan perbedaan struktur kimia tiap
enzim yang bersifat tetap. Sebagai contoh, enzim α-amilase hanya
dapat digunakan pada proses perombakanpati menjadi glukosa.
Selain itu, enzim menimbulkan pengaruh yang besar pada kecepatan reaksi kimia
yang berlangsung dalam organisme.
pangestu.yuda. Powered by Blogger.
