Showing posts with label MAES. Show all posts
Showing posts with label MAES. Show all posts
Wednesday, 6 April 2016
C - Organik Pada Lahan Tegalan
I.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kandungan
bahan organik tanah pada sebagian besar lahan pertanian di Indonesia dalam tiga
dasawarsa terakhir telah mencapai tingkat rendah bahkan sangat rendah. Menurut
Karama, Marzuki dan Manwan ( 1990), sebagian besar (73%) lahan-lahan tersebut,
baik lahan sawah maupun lahan kering mempunyai kandungan bahan organic yang
rendah (>2%) (Setyorini, 2005; Djakakirana dan Sabihan, 2007). Terabaikannya
pengembalian bahan organik kedalam tanah dan intensifnya penggunaan pupuk kimia
pada lahan pertanian telah menyebabkan mutu fisik dan kimia tanah menurun atau
sering disebut kelelahan lahan (land fatigue) (Sisworo, 2006). Kondisi
tanah yang demikian menyebabkan biota tanah yang berpengaruh terhadap fiksasi
nitrogen dan kelarutan fosfat menurun, miskin hara mikro, perlindungan terhadap
penyakit rendah, boros terhadap penggunaan pupuk dan air, serta tanaman peka
terhadap kekeringan. Produktivitas tanah dan keberlanjutan produksi pertanian
baik tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan ditentukan oleh kecukupan
kandungan bahan organik tanah. Bahan organik tanah merupakan komponen penting
penentu kesuburan tanah, terutama di daerah tropika seperti di Indonesia dengan
suhu udara dan curah hujan yang tinggi.
pangestu.yuda. Powered by Blogger.